FORM INFORMASI   |   KONTAK & LOKASI KAMPUS    
Kampus Beasiswa
STIE KASIH BANGSA
Beasiswa 100% s.d. Tamat Sarjana
 
 
 
 
MENGAPA PILIH KASIH BANGSA
PENDAFTARAN ONLINE
BEASISWA
ALUMNI
 
 
RENCANA STRATEGIS
 
 

Rencana Strategis 2015-2020

Tujuan Pengembangan

Pengembangan STIE Kasih Bangsa memiliki tujuan untuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi terbaik di Indonesia yang didukung dengan perbaikan kualitas tenaga dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan terbaik, berkualitas dan profesional bagi mahasiswa. Dalam pengembangan, STIE Kasih Bangsa selalu memperhatikan persentase yang harus dipenuhi oleh dosen sebagai tenaga pendidik akademik yang tertuang didalam UU No 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999, pasal 9 ayat 2: memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran sekurang-kurangnya 30%, melaksanakan penelitian sekurang-kurangnya 25% , melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebanyak-banyaknya 15% dan melaksanakan kegiatan penunjang Tridharma Perguruan Tinggi sebanyak-banyaknya 20%.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Sumber daya di STIE Kasih Bangsa meliputi sumber daya manusia, sumber daya prasarana dan sarana, sumber daya alam dan lingkungan, dan sumber daya dana yang dapat dibina dan dikembangkan dalam rangka melaksanakan visi dan misi STIE Kasih Bangsa. Pembangunan Gedung Utama STIE Kasih Bangsa merupakan prioritas utama dalam mencapai visi dan misi yang diharapkan.

  1. Meningkatkan jenjang pendidikan dosen dan tenaga kependidikan STIE Kasih Bangsa. Sejak tahun 2006, 90% karyawan telah mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah dan satu dosen telah mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan strata dua dan strata tiga. Diharapkan pada akhir tahun 2015, 90% karyawan telah berpendidikan strata satu dan 60% dosen berpendidikan strata tiga.
  2. Meningkatkan keahlian dosen dan tenaga kependidikan STIE Kasih Bangsa. Setiap tahun STIE Kasih Bangsa rata-rata mengirimkan 4 (empat) dosen dan tenaga kependidikan untuk melakukan kegiatan training yang diadakan oleh Kopertis Wilayah 3 guna meningkatkan keahlian. Pada akhir tahun 2020 diharapkan semua dosen dan tenaga kependidikan telah memiliki sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh Kopertis Wilayah III Jakarta.
  3. Meningkatkan kuantitas dosen dan tenaga kependidikan. Penambahan jumlah dosen selalu memperhatikan rasio dosen tetap-mahasiswa 1:20. Berdasarkan UU No 14/2005 pasal 72 menjelaskan bahwa beban kerja dosen sekurang-kurangnya sepadan dengan 12 (dua belas) sks. Tahun 2017 setelah Gedung Utama STIE Kasih Bangsa selesai terdapat penambahan jumlah dosen dan tenaga kependidikan untuk melayani mahasiswa dengan memperhatikan rasio dosen tetap-mahasiswa.
  4. Meningkatkan kuantitas sertifikasi dosen. Hingga akhir tahun kalender akademik 2017-2018, STIE Kasih Bangsa belum ada yang memiliki sertifikat dosen, maka diharapkan pada rencana strategi 2015-2020 terdapat dosen tetap yang memiliki sertifikat dosen sebanyak 10 dosen tetap.
  5. Meningkatkan kuantitas kepangkatan dosen (Dosen Tidak Tetap Dosen Tetap Assisten Ahli Lektor Lektor Kepala Guru Besar). Hakekat kenaikan jabatan fungsional dosen tercantum didalam Kepmenkowaspan dan pendayagunaan aparatur negara No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999, pasal 10. Dosen tetap STIE Kasih Bangsa baru memiliki enam dosen dengan kepangkatan Asisten Ahli, tiga dosen tetap dengan pangkat Lektor dan satu dosen tetap dengan pangkat Lektor Kepala. Pada rencana strategis 2011-2015 diharapkan jumlah dosen tetap dengan pangkat Asisten Ahli naik 75%, jumlah dosen tetap dengan pangkat Lektor naik 100% dan Lektor Kepala naik 200%
  6. Diharapkan pada rencana strategi 2015-2020 terdapat 15 dosen tetap telah ikut dalam organisasi keilmuan dan profesi.


Pengembangan Kualitas Manajemen STIE Kasih Bangsa

Manajemen yang baik bila pelanggan merasa puas sehingga harus ada evaluasi baik internal maupun eksternal juga didukung oleh jumlah dan kualitas tenaga kependidikan. Kebijakan yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Pencapaian eketernal audit ISO 9001:2008
  2. Peningkatan pelatihan oleh tenaga kependidikan
  3. Peningkatan pendidikan tenaga kependidikan.

Pengembangan Kualitas Proses Belajar Mengajar Melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal, Sertifikat ISO 9001:2008, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Suatu pendidikan dikatakan berkualitas dapat dilihat dalam hubungan dengan dunia kerja yaitu bagaimana kesesuaian antara keterampilan lulusan dengan dunia kerja, bagaimana kesesuaian lulusan dengan kesempatan kerja, dengan kata lain bagaimana efisiensi dan relevansi dunia pendidikan dengan dunia kerja yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan.

  1. Upaya pencapaian Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
  2. Upaya pencapaian Sertifikat ISO 9001:2008
  3. Upaya pencapaian pembuatan dokumen SPMI dan SOP.
  4. Peningkatan jumlah seminar per tahun yang diadakan oleh STIE Kasih Bangsa dengan mendatangkan tamu maupun dosen tetap sebagai pembicara.
  5. Mempertahankan rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan pertama kali.

Pengembangan Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi memutuskan bahwa ketentuan minimal buku pustaka di ruang perpustakaan untuk program sarjana :

  1. buku mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) 1 judul. per-mata kuliah;
  2. buku mata kuliah ketrampilan dan keahlian (MKK) 2 judul per-matakuliah;
  3. jumlah buku sekurang-kurangnya 10% dari jumlah mahasiswa dengan memperhatikan komposisi jenis judul;
  4. berlangganan jurnal ilmiah sekurang-kurangnya 1 judul untuk setiap program studi;


Dari ketentuan Kepmendiknas bahwa sebenarnya jumlah pustaka di STIE Kasih Bangsa telah jauh dari cukup tetapi pihak kampus menginginkan perbandingan mahasiswa dengan jumlah buku 1:20, artinya setiap mahasiswa dapat meminjam buku sebanyak 20 buku dengan edisi revisi 10 tahun kebelakang. Sarana dan prasarana minimal yang ditetapkan dalam Kepmendiknas No. 234/U/2000 adalah sebagai berikut :

Sarana dan Prasarana Luas
Ruang Kuliah 200 m2
Ruang Kantor Administrasi 30 m2
Ruang Perpustakaan 200 m2
Ruang Komputer 270 m2
Ruang laboratorium 300 m2
Ruang Dosen Tetap 60 m2
Tanah 5000 m2

Dari sarana dan prasarana minimal yang ditetapkan dalam Kemendiknas tersebut diatas, STIE Kasih Bangsa belum dapat mencapainya, kecuali untuk luas tanah yang dimiliki oleh kampus seluas 15000 M2, pada rencana strategi 2015-2020, dengan selesainya gedung utama yang berdiri diatas tanah seluas 15000 M2 maka syarat minimal sarana dan prasarana pasti dapat dipenuhi. Kebijakan yang harus dilakukan oleh manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan jumlah buku teks, jurnal nasional akreditasi, jurnal internasional, prosiding,  skripsi/tesis/diesertasi di perpustakaan.
  2. Penambahan luas ruang kuliah.
  3. Penambahan kapasitas laboratorium komputer dan bahasa.
  4. Penambahan jumlah ruang dosen (1 dosen dengan luas 4 M2)
  5. Penambahan jumlah kendaraan operasional kampus.

Pengembangan program Link & Match dengan dunia usaha

Tujuan STIE Kasih Bangsa adalah menghasilkan lulusan yang profesional dan trampil dalam manajemen dan akuntansi, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi etika profesi, dan moral keilmuan, dalam kehidupan bermasyarakat maka perlu menambah kerjasama dengan instansi dalam negeri dan luar negeri di bidang magang mahasiswa.

  1. Peningkatan jumlah kerjasama dengan instansi dalam negeri
  2. Peningkatan jumlah kerjasama dengan instansi luar negeri.


Pengembangan Secara Konsisten Tridharma Perguruan Tinggi.

Tujuan pendidikan yang pertama adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Kedua, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian serta mengupayahkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Kebijakan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk konsistensi Tridharma Perguruan Tinggi:

  1. Peningkatan rata-rata jumlah pelatihan yang diikuti dosen per tahun.
  2. Peningkatan rata-rata jumlah pelatihan yang diikuti tenaga kependidikan per tahun.
  3. Peningkatan rata-rata jumlah penelitian yang dihasilkan dosen tetap.
  4. Peningkatan rata-rata keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen.
  5. Peningkatan rata-rata kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
  6. Menjaga kecukupan jumlah dosen dan tenaga kependidikan. 
 
 
 
     
Untitled Document
 
 
Untitled Document
Pengunjung Online : 1 Total Pengunjung : 29205
 
All Right Reserved © STIE Kasih Bangsa